Kamis, 23 Februari 2012

Berita » Berita


Remaja Cina Menjual Ginjal untuk Membeli iPad 2
ipad-2.jpg

BANDUNG -- Berdasarkan sebuah laporan, seorang remaja di cina yang prustasi karena tidak mampu untuk membeli iPad 2 akhirnya menjual salah satu ginjalnya seharga 2.000 Euro untuk membeli sebuah iPad 2.

Anak lelaki berusia 17 tahun yang saat ini teridentifikasi bernama "Zheng" mengaku kepada ibunya bahwa dia telah menjual salah satu ginjalnya setelah dia melihat salah satu iklan online yang menawarkan uang cash bagi mereka yang bisa mendonorkan salah satu organ yang dia miliki.

"Saya ingin membeli iPad , tapi saya tidak punya uang" ungkap remaja tersebut, dia menambahkan "ketika saya berselancar di internet saya menemukan sebuah iklan online yang mengatakan bahwa mereka akan membayar RMB 20.000 untuk membeli sebuah ginjal", akhirnya remaja tersebut mencoba untuk melakukan perjalanan ke utara yaitu ke kota Chenzhou di provinsi Hunan dimana ginjal remaja tersebut di keluarkan di salah satu rumah sakit lokal dan kemudian di pulihkan selama 3 hari, dan setelah itu remaja tersebut diberikan RMB22.000.

Penjualan organ secara online di cina sudah menjadi praktek umum, meskipun pemerintah sudah berulang-ulang untuk membasmi praktek umum tersebut. Tahun lalu salah satu stasiun televisi di Jepang melaporkan bahwa sekelompok turis telah membayar 50.000 euro untuk menerima ginjal dari Cina.

Menurut sebuah statistika resmi, ternyata lebih dari 1 juta orang di Cina memerlukan transplasi setiap tahunnya, tetapi kurang dari 10.000 yang menerima organ. Proses blackmarket dari perdagangan organ ini semakin memperkaya broker, dokter dan pemerintah yang korupsi.

Ketika remaja tersebut kembali ke rumah, ia sudah membawa laptop dan gadget Apple terbaru, ibunya yang diidentifikasi bernama Miss Liu mencoba untuk memamerkan bekas luka dimana ginjal anaknya diambil, "saya ingin mengetahui bagaimana dia mendapatkan banyak uang dan akhirnya dia mengakui bahwa dia telah menjual ginjalnya", terang Miss Liu kepada media.

Ibu tersebut akhirnya mencoba untuk mengantarkan kembali anaknya ke ChenZou untuk melaporkan tindak kriminal tersebut kepada polisi, ternyata no telepon dari 3 agen yang sebelumnya di kontak oleh Zheng tidak aktif sama sekali.

Dengan adanya kegiatan diatas sehingga menuai banyak komentar online negatif yang mengatakan bahwa kejadian tersebut merupakan akibat dari kurangnya aturan hukum di Cina dan adanya gangguan mental dari kapitalis baru di Cina.

Dimana permintaan akan produk Apple di China seperti iPhone dan iPad sangat tinggi, perangkat tersebut menjadi lambang kekayaan dan kecanggihan bagi pada konsumen muda.

Belum ada komentar

Nama Anda
eMail
URL
Validasi , Ganti Kode
Atau

Login Dengan

Komentar


Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Silahkan Login untuk menggunakan Warga ID.
Atau

Login Dengan

Komentar


Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Hak Cipta © 2010 KampoengTI, Semua data dari website ini dilindungi oleh undang-undang | Sanggahan | Kebijakan | Karir | Bantuan | Kontak