Hacker yang tidak disebutkan namanya mencuri 4.000 database pelanggan Nintendo, dan mencoba untuk menuntut sejumlah uang pada perusahaan Nintendo pada tanggal 6 Februari lalu.
Untuk saat ini belum begitu jelas dari mana hacker tersebut memperoleh database pelanggan, hacker tersebut mencoba untuk mengancam untuk mempublikasikan database dan juga akan mencoba untuk melaporkan Nintendo ke lembaga keamanan data Spanyol bahwa Nintendo telah lalai dalam melindungi informasi pelanggan.
Polisi Spanyol yang menangkan hacker tersebut menyatakan "Berdasarkan laporan dari sang ahli hacker mencari, berkonsultasi dan memodifikasi informasi dari klien dan juga mendownload 55 agenda acara multinasional yang dilangsungkan di 7 kota berbeda pada bulan Februari".
Saat ini Hacker tersebut telah dituntut atas pengungkapan kerahasiaan dan pemerasan.