Sophos mengatakan bahwa para penyerang lebih memfokuskan diri untuk menyerang situs jejaring sosial seperti Facebook, Myspace atau twitter. 40 % para pengguna situs jejaring sosial mendapatkan malware via situs social media. Di waktu yang sama para pengguna internet yang menerima spam melalui situs jejaring sosial meningkat dari 57 % menjadi 67 %, disamping itu jumlah pengguna yang mendapatkan serangan phising meningkat pula dari 30 % menjadi 43 %.
Dalam laporannya tercatat bahwa negara Amerika menjadi negara yang masih memimpin dalam proses penyebarang malware ini, dimana 16 % dari seluruh email spam berasal dari Amerika, disamping itu kegiatan produksi spam di negara lainpun terus meningkat, sebagai contoh, untuk negara Inggris dan Perancis masing-masing menyumbangkan 4 % jumlah spam di seluruh dunia.
Dan oleh sebab itu dengan peningkatan jumlah malware yang semakin tinggi, maka sebaiknya para pengguna internet memperhatikan firewall atau antivirus software yang digunakan, dan pastikan bahwa antivirus software yang digunakan selalu terupdate setiap waktunya.